Marga Karo

Suku Karo, merupakan salah satu suku dari rumpun Batak, yang mendiami wilayah kabupaten Tanah Karo sebagian kecil berada di kabupaten Pakpak, kabupaten Simalungun hingga ke wilayah provinsi Aceh.

Marga (Merga) pada suku Batak Karo, terdiri dari 5 Marga Besar, yang terbagi menjadi 84 marga kecil atau sub-marga. Merga biasanya disematkan untuk laki-laki, sedangkan marga pada perempuan disebut beru. Merga atau Beru ini dicantumkan di belakang nama depan.

Read More...

Marga Nias

Suku Nias, termasuk dalam salah satu rumpun Batak yang terkonsentrasi di kepulauan Nias, yang terletak di lepas pantai sebelah barat pulau Sumatra. Marga dalam masyarakat Nias digunakan berdasarkan garis keturunan ayah.

Marga-marga yang terdapat dalam suku Nias adalah:

Read More...

4 Orang Batak Yang Hadir di X-Factor

Satu ajang populer di stasiun televisi RCTI adalah X-Factor yang menarik perhatian sebagian besar pemirsa di Indonesia. Ajang X-Factor menyajikan hal yang berbeda dengan kompetisi-kompetisi lain, seperti Indonesia Idol dan Indonesia Mencari Bakat. Karena dalam ajang ini bukan keindahan suara yang diutamakan, tetapi mencari sesuatu yang lain dari seorang penyanyi, yang dimaksud dengan Faktor X.

Read More...

Orang Batak Pasaman

Bercerita tentang orang Batak memang banyak yang masih bisa diceritakan dan diungkapkan. Setelah terdatanya kelompok masyarakat, yang disebut sebagai orang-orang Batak, yang terdiri dari 3 kelompok besar, yaitu Batak Ekspat, Batak Hilir (Batak yang sudah migrasi ke Sumatera Timur) dan Batak Hulu (Batak yang masih di Bonapasogit), maka ada terminologi baru yang lain yang bernama Batak Pasaman. Istilah Batak Pasaman mungkin belum bisa dikatakan sebagai suatu suku atau kelompok etnis, tapi lebih bisa dikatakan sebagai suatu kelompok Masyarakat.

tari tradisional Batak Pasaman
Kabupaten Pasaman, banyak dihuni oleh etnis Batak, yang terdiri dari banyak ragam marga, yang dari cerita masyarakat setempat bahwa leluhur mereka berasal dari Bonapasogit. Mereka memasuki wilayah ini dalam kelompok-kelompok kecil yang kini menghuni dan tersebar di wilayah Pasaman. Kabupaten Pasaman sendiri pada tahun 2008, dipimpin oleh Bupati H.Yusuf Lubis dan Kabupaten Pasaman Barat dengan Bupatinya H. Syahiran Lubis, yang keduanya adalah masih berdarah Batak Mandailing.

Pasaman adalah nama negeri di Sumatera Barat yang diyakini sudah dihuni oleh orang-orang Batak sejak beberapa abad yang silam. Di antara mereka ada yang berasimilasi menjadi Melayu Minang tapi masih banyak yang bertahan dengan identitas Batak mereka. Sehingga untuk komunitas mereka ini di beberapa media sering disebut sebagai orang Batak Pasaman.

alat musik Batak Pasaman
Keberadaan orang Batak di Sumatera Barat seakan sudah menyatu dengan penduduk asli wilayah ini, yaitu orang Minang. Dalam hal bahasa juga banyak terjadi pembauran, walaupun mereka masih bisa berbicara dalam bahasa Batak maupun bahasa Minang, tetapi bahasa yang digunakan mereka sehari-hari adalah bahasa yang sudah berbaur dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Batak dan bahasa Minang/ Melayu Pesisir. Bahasa Mandailing dan Minang/Melayu Pesisir pun dengan mudahnya berganti-ganti, tergantung siapa yang memulai berbicara.

sumber:
foto:
Read More...

Rumpun Batak

Sebenarnya siapa yang disebut orang Batak ? Tapi mengapa sekarang ada orang Batak yang tidak mau disebut Batak ? gengsi ? atau malu disebut orang batak ? entah lah ... masalahnya di sini kita bukan membahas masalah malu, gengsi atau tak mau disebut orang batak. Yang pasti biar bagaimanapun orang batak yang mungkin sudah berbudaya melayu atau sudah berasimilasi dengan suku-suku lain, atau sudah memiliki agama yang berbeda dengan mayoritas orang batak, mereka tetaplah orang batak. Gen yang ada dalam diri mereka adalah gen orang batak.

Rumpun Batak, adalah suatu bangsa Proto-Malayo, yang pada awal kehadiran di pulau Sumatra ini tersebar-sebar di beberapa provinsi dan menjadi kelompok-kelompok tersendiri dan memiliki identitas sendiri-sendiri. Tersebar di pulau sumatra dan pulau-pulau kecil di pesisir barat pulau Sumatra. Beberapa tersebar ke wilayah-wilayah lain jauh dari daerah awal penyebaran dan tidak diketahui lagi identitasnya, tapi dari beberapa budaya yang walaupun sudah terpengaruh budaya lain, masih terlihat bahwa mereka masih terkait hubungan sejarah dan kekerabatan sejak masa lalu dari asal dan nenek moyang mereka.

Diperkirakan kehadiran suku-suku Batak di pulau Sumatra sejak sekitar 7000 tahun SM. Beberapa kelompok dari suku batak saat ini, tidak mau disebut sebagai suku batak, atau telah melepaskan identitas ke"batak"annya, dan menjadi suatu suku tersendiri. Asal usul rumpun Batak sendiri bermacam versi yang ada, seperti berasal dari Yunan di Cina bagian Selatan, dari Thailand, dari Burma, dari Formosa Taiwan bahkan ada versi mengatakan berasal dari daerah Assam India. Namun, dari manapun rumpun Batak berasal, yang pasti rumpun Batak telah eksis ribuan tahun di pulau Sumatra dan menyebar menjadi beberapa kelompok suku yang maju.

Berikut adalah beberapa kelompok yang dikategorikan sebagai bagian dari rumpun Batak, atau paling tidak pernah terkait sejarah masa lalu dengan Batak.

(informasi di bawah ini diambil dari protomalayans.blogspot.com)
 
di provinsi Aceh
  • Alas  
  • Boang  
  • Gayo  
    • Gayo Lut  
    • Gayo Deret  
    • Gayo Lues  
    • Gayo Serbejadi (Lukup)
    • Gayo Kalul  
  • Batak 27 (Batak Bebesen)
  • Kahia  
  • Kluet  
  • Singkil  
  • Devayan  
  • Haloban  
  • Lekon  
  • Sigulai  
  • Tamiang  
  • Julu 

di Sumatra Utara

di Riau
  • Batak Rokan  
  • Bonai  

di Sumatra Barat

di Bengkulu
  • Enggano  


Selain suku-suku di atas, terdapat satu suku di Filipina yang memakai identitas suku Batak, tapi kemungkinan besar tidak terkait hubungan dengan suku Batak di Sumatra, walaupun terdapat beberapa kosakata yang mirip dengan bahasa Batak yaitu:
  • Batak Palawan  


sumber:
protomalayans.blogspot.com

Read More...