10 Ciri Khas Orang Batak

Orang Batak, bagi masyarakat suku lain di belahan lain selain pulau Sumatra, mungkin gampang dan mudah dikenal, karena memiliki beberapa ciri khas yang menonjol dan agak berbeda dan suku-suku lain di Indonesia.

Di bawah ini adalah 10 ciri khas yang menjadi pertanda bahwa anda adalah orang Batak.
Kalaupun anda tidak termasuk dalam kategori di bawah ini, bukan berarti anda bukan Batak kok.

10. Suara Keras
Orang Batak pada umumnya (kebanyakan), kalau berbicara pasti dengan volume suara yang keras, sehingga membuat orang lain langsung menoleh, (mungkin dikira sedang berkelahi atau bertengkar). Hal ini dikarenakan karena pemukiman asli orang Batak yang tinggal di daerah pegunungan, rumah berjauhan dan banyak dilalui oleh angin yang kencang, sehingga orang Batak harus berbicara keras-keras agar terdengar oleh lawan bicaranya. Jadi jangan heran, ketika seseorang berbicara dengan anda, langsung bertanya "orang Batak ya ?", soalnya kentara kali logat kau itu .. he he
Tapi jangan salah, karena saat ini juga banyak orang Batak yang berbicara pelan dan terdengar lembut, mungkin karena sudah terasimilasi dengan karakter budaya daerah kelahirannya, seperti lahir di pulau Jawa atau di daerah lain yang karakter penduduknya tergolong lemah lembut.
Tapi jangan laa sampek ilang pulak ciri-ciri Bataknya woii?

9. Logat Kental
Rupanya orang Batak agak sulit melepaskan logat khasnya yang kental, terutama yang BTL (he he .. Batak Tembak Langsung) he he .. sorry jan tesinggung kelen ya ?
Orang Batak, mungkin hampir mirip dengan orang Jawa, yaitu apabila berbicara bahasa Indonesia, pasti terlihat dengan jelas dialek kentalnya. Sehingga orang lain yang mendengar orang Batak berbicara pasti terus tahu kalau yang sedang berbicara itu "halak hita". apalagi terselip kata "bah" nya ...
Ada beberapa orang Batak yang mencoba menghilangkan logat aslinya, dengan mempelajari dialek-dialek yang sedang tren di Televisi saat ini, seperti dialek betawi-jakarta. Bisa juga yaa.., tapi ah, sayang lah, lebih sedap kok dialek Batak itu kedengarannya.

8. Muka (Wajah) Segi Empat
Awalnya bingung juga, mendengar istilah muka segi empat ini, ternyata menurut orang-orang, kalau orang Batak itu mukanya kotak alias segi empat. Benarkah ? he he .. ah ada-ada aja orang itu ya ...
Tapi kalau dilihat dan diperhatikan ada benarnya juga ya, soalnya mukak awak pun agak-agak segi opat .. he he.. Jadi kata orang, kalau bentuk wajah segi empat pasti orang Batak. Ah kaget juga dengarnya ...
Walaupun iya, tapi nggak juga ah, soalnya banyak juga kok orang Batak yang wajahnya tidak kotak dan bagus, jadi artis-artis keren, lihat saja, Momo (vocalis Geisha), Donnie Sibarani vocalis Ada Band, Anisa Pohan menantunya Presiden SBY, Nadya Hutagalung model cantik Internasional, dan banyak lagi tak bisa disebutkan semua, karena pasti penuh pulak halaman posting ini nantinya.

7. Rambut Acak-Acakan Tak Disisir
Ada lagi yang entah benar, entah tidak. Katanya orang Batak rambutnya jarang disisir, jadi terlihat acak-acakan dan dibiarkan, sehingga menimbulkan kesan kayak preman lah katanya .. he he .. Ah, kalau ini awak tak terima lah, soalnya awak aja rambutnya rapi terus kok, pakek tancho jadi mantap punya ... he he ..
Mungkin yang dimaksud orang itu, halak hita yang banyak berprofesi di terminal-terminal bus atau angkot, yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya yaa ... ah entah lah itu .. biar pembaca aja yang meneruskannya... Padahal kenyataannya orang Batak sekarang banyak kok yang keren-kerena dan rapi, penampilan sopan dan terpelajar.

6. Kasar
Istilah kasar, ini sepertinya agak salah, karena pada dasarnya orang Batak tidak kasar. Hanya saja, mungkin karena suara keras dan ceplas ceplos. Sehingga orang-orang sering mengatakan kalau orang Batak tidak sopan. Beberapa istilah batak yang sering terucap, juga hanya spontanitas, dengan tidak , memikirkan langsung artinya, seperti dari halak Toba "te mi", "baba ni amam", "bodat ho", "buj*** inam", "babi", "ur*k ni amam" atau yang dari kalak Karo, "ti** nandem", "n*tu". Hanya saja suara keras orang Batak terdengar seperti sentakan, sehingga kadang membuat orang enggan terlibat obrolan dengan kalangan Batak. Tapi benarkah orang Batak kasar ? sebenarnya tidak, yang bisa dikatakan kasar itu sebenarnya adalah orang-orang Batak jebolan kota Medan, karena biasanya di kota Medan orang-orang biasa berkata-kata kasar, yang menjadi hal biasa karena diucapkan dan menjadi bagian percakapan bahasa dialek di kota Medan.

5. Tak Sopan
Masalah sopan santun, mungkin setiap daerah memiliki takaran sopan yang berbeda-beda. Mungkin bagi orang Jawa, orang Batak tidak sopan, karena bersikap sesukanya, seperti duduk sambil naik kaki, tak pake "permisi", atau "kulo nuwun" di jawa, atau "punten" di sunda, atau juga tak pakai membungkuk-membungkuk apabila berpapasan dan bersalaman dengan orang tua. Yah .. kalau ini yang dikatakan tidak sopan, biar aja lah ... karena dalam adat Batak memang tidak dianjurkan untuk memberi hormat yang berlebihan seperti itu. Bagi orang Batak dengan tidak menghina atau melecehkan orang lain, adalah penghargaan terhadap orang lain yang paling baik. Jadi tidak perlu pakai bungkuk-bungkuk lah...

4. Menang Sendiri
Salah satu karakter orang Batak yang memang menonjol adalah rasa ingin menang sendirinya, yang berarti tidak mau kalah, kalau pun kalah, pasti banyak bikin alasan... he he he ... benar nggak ?


3. Mendominasi
Lalu ada satu lagi karakter orang Batak yaitu mendominasi. Hal ini terlihat ketika orang Batak terlibat dalam suatu obrolan dengan beberapa orang. Apabila diperhatikan, biasanya orang Bataknya lah yang paling banyak bicara, dan sepertinya pendapat dia lah yang paling benar. Walaupun begitu, ada juga kok orang Batak yang lebih suka menjadi pendengar.

2. Berani Tampil
Orang Batak, punya perasaan pede (percaya diri) yang tinggi, (bukan berarti tak tau malu .. hehe) sehingga dalam segala hal suka berada di depan (kecuali menghadapi harimau lah yaa ?)


1. Suka Menolong
Katanya, menurut pendapat orang-orang, bahwa orang Batak suka menolong. Betul nggak nya ? Hal tolong menolong memang sudah menjadi sifat dan karakter orang Batak. Apalagi melihat orang lain mendapat kesusahan, biasanya orang Batak berusaha mencoba menolong, sebatas yang dia mampu lakukan.
Benar atau tidaknya hal ini, biarlah pembaca yang menilainya.

Ke 10 point di atas, dibuat berdasarkan tanya sana dan tanya sini, jadi mengenai benar atau tidaknya, tergantung dari penilaian kita masing-masing.
Apabila ada tulisan yang menyinggung perasaan, penulis mohon maaf sebesar-besarnya.

Salam, Horas, Mejuahjuah, Njuahjuah, Yaahowu.... Ahoii

Share/Bookmark

73 comments:

  1. aku mau tanya oranag batak tu bisa di percaya gak omonganya

    ReplyDelete
    Replies
    1. @Wahyu,
      trims ya atas kunjungannya,
      kalau soal bisa dipercaya sebenarnya tergantung latar belakang seseorang dan perilakunya masing-masing.
      tapi pada dasarnya orang batak ngomong apa adanya, apa yang dia ketahui, itulah yang dia ucapkan ..
      tapi di zaman sekarang ini ya semua bisa saja terjadi ... pasti ada juga yang suka bohong, yang nakal, yang jahat, dan lain-lain ...

      Delete
    2. amang tahe inang, kadang kadang godang do belak ni halak batak :D
      ~Manurung~

      Delete
    3. amang tahe inang, kadang kadang godang do belak ni halak batak :D
      ~Manurung~

      Delete
    4. amang tahe inang, kadang kadang godang do belak ni halak batak :D
      ~Manurung~

      Delete
    5. amang tahe inang, kadang kadang godang do belak ni halak batak :D
      ~Manurung~

      Delete
  2. Wahyu : Tentu saja sangat bisa di percaya, orang batak, klu ngmng ga suka emang beneran ga suka, tapi hal ini semakin lama semakin berubah, sebenarnya, orang batak tidak boleh salah ngmng, karena tradisi nenek moyang, apa yg kamu ucapkan bakal terjadi.........

    cth ya : orang Indonesia yang paling banyak di Jerman adalah orang Batak.
    Pejabat2 teras di negara ini orang batak sangat banyak, knp bisa jadi pejabat tinggi, tentu saja karena bisa di percaya... *sebenarnya, orang batak suku minoritas kok di Indonesia, kebanyakan Kristen pula, sementara bukan rahasia lagi, klu beragama kristen sering di anggap kafir....

    ReplyDelete
    Replies
    1. @provinsi sumut,
      trims atas kunjungannya,
      setuju bro,
      sebenarnya ada juga yang suka berbohong, tapi sepertinya itu akibat didikan yang nggak benar, atau pengaruh lingkungannya yang membuatnya seperti itu

      Delete
  3. Ada 1 yg kao lupa lae....
    Bnyak suku batak itu PANDAI MAEN GITAR.....
    DAN SUKA MINUM 'TUAK'
    horas.......
    Mejuah juah.......
    Njuah juah....
    Salam halak medan

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah betul kali itu bang! lupa awak itu rupanya
      nantik la awak tambah kan ke postingan ini ya ..
      tengkiu la bang tambahannya..

      salam jugak tuk halak medan !

      Delete
  4. Setia kawan,bahkan dengan org yang baru dikenalnyapun dia tak perduli...kalo susah pasti dibantu,tp jeleknya mereka tak perduli mau temannya salah ataupun benar,pokonya pasti dibela.(Makasar juga kaya gini).

    ReplyDelete
    Replies
    1. botul itu bang ..
      salah ato tidak pasti dibela ... tapi bahaya jugak tu bang ya .. he he

      Delete
  5. Hahhahaaa, sama persis dengan karakter pacarku yang sekarang batak punya, 2 karakter yang berbeda antara jawa-batak ,

    ReplyDelete
  6. Hahhahaaa, sama persis dengan karakter pacarku yang sekarang batak punya, 2 karakter yang berbeda antara jawa-batak ,

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah .. pas itu kak .. orang Batak cocok juga tu sama orang Jawa.. biar jadi lemah lembut dia kak ya .. he he he

      Delete
  7. wahhhh... numpang tanya nichh, bagaimana karakteristik etnis batak dalam menghadapi pelajaaran bahasa???

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah kurang lebih sama dengan suku2 lain di Indonesia bang, untuk beberapa orang kadang agak susah membiasakan pengucapan huruf2 tertentu, atau juga untuk perubahan aksen, tapi lama kelamaan pasti bisa juga lah bang ...

      Delete
  8. Ikutan nimbrung , secara umum hal-hal di atas sudah menjadi rahasia bersama (harta bangsa? hehe) dan secara singkat,jelas dan padat bung Raja Padoha Napogos di atas sudah menyebutkan akar dari itu semua : SUKA NGUMPUL2 (yang bisa dikaitkan dengan hampir semua point , kecuali tentunya MUKA KOTAK alias segi empat -hahaha)

    Ketika kita kumpul-kumpul, secara tidak langsung kita terdorong untuk didengar karena mendengar, informasi yang kita terima bisa menimbulkan pro dan kontra dan ketika kontra terjadi maka dengan mudahnya emosi mulai naik ditandai dengan meningginya volume dan intonasi suara , intensitas dari acara kumpul-kumpul tersebut menciptakan karakter-karakter yang penuh argumentasi dan secara positif memberikan pengetahuan yang kemudian membuat pribadi-pribadi yang vocal, berani mengeluarkan pendapat dan dengan sendirinya menjadi kompetitif (untuk dominasi) yang kemudian ditangkap suku-suku yang lebih halus sebagai sikap yang mau menang sendiri.

    Bahwa hal ini , memang membuat suku kita menjadi salah satu yang terdepan dalam hal-hal yang sifatnya penuh dengan diskursus dan pemahaman akan suatu hal yang bagi banyak orang lain (Jawa khususnya) ribet. Salah satu contoh terdepan adalah begitu mudahnya menemukan Suku Batak di bidang pekerjaan yang menyangkut Hukum :) (bohong atau buta kalau ada yang bilang sulit). Mulai dari Hakim,jaksa,pengacara,panitera sampai tukang objek di luar pengadilan bisa kita temukan dengan mudah.

    Di luar hal-hal positif dari karakter kita berkumpul,berkelompok dan berargumen yang menciptakan pribadi-pribadi yang berpengetahuan maupun "sok tahu" (karena tidak semuanya memang benar-benar tahu, tapi karena berani jadi diangga tahu) membuat orang lain yang tidak terbiasa menjadi tergugu-gugu , tidak mampu membalas dan terperdaya. Bahwa kita tidak bisa menampik, bahwa salah satu suku yang paling piawai dalam memanipulasi suatu keadaan atau situasi melalui argumentasi adalah suku BATAK haha.

    Adapun bagi para batakers yang lama menghuni daerah Jawa, terutama yang lahir dan besar di Jawa sedikit banyak karakter-karakter tersebut sudah mengelupas bila tidak hilang sama sekali, bahwa sangat mudah saat ini menemukan generasi-generasi batak modern yang cenderung introvert , pemalu dan sangat Jawa dan satu-satunya peluang adalah melalui acara kumpul-kumpul itu, atau dengan kata lain sebagai wadah bagi para generasi batak ke jawa-jawaan untuk menemukan kebatakannya. Namun demikian tampaknya cara-cara lama sudah mulai dianggap kuno oleh generasi muda kosmopolitan Bajaker sejati (Batak Jakarta dan sekitarnya :D) sehingga kesempatan itu dianggap sebagai beban dan lebih baik ditinggalkan karena karakter sudah terbentuk dan secara tidak langsung unsur-unsur baik dari ruang diskusi tersebut tak mampu menembus benteng pertahanan diri dan hanya menciptakan apatisme.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bang, itu karakter asli orang kita (paragraf 1 - 4), unik dan menjadi ciri khas kita ...
      untuk paragraf terakhir abang, ternyata banyak juga orang kita yang terasimilasi dengan budaya lain, kadang di dasar hati mereka "agak malu jadi orang batak", mungkin ada kesan "liar/ kasar/ dan tidak sopan", jadi mereka bangga dengan karakter barunya, begitu menurut anggapan orang lyang kurang memahami "aslinya" orang batak. Tapi pada dasarnya, sifat asli kebatakannya tidak bisa hilang sepenuhnya, terutama ketika dia sedang emosi, biasanya "keluar aslinya" he he he ....

      ok bang trims lagi ya .. untuk komen mantapnya..

      mejuahjuah, njuahjuah, horas, yaahowu
      salam...

      Delete
  9. bah, pas kali lah semuanya, hahaha. Kalo aku dari kecil sampai besar di perantauan terus, jadi ndak batak 100 persen lah karakterku, teman-temanku di sini pun ngomongnya udah jarang pake bahasa batak. karakter bataknya pun gak keliatan sedikit pun. Tapi tetap ada kok orang2 Batak di sini yang sikapnya SANGAT BATAK (jujur lebih enak awak ngomong sama orang2 ini karna yang diomonginnya itu apa adanya, ndak pernah menusuk sian belakang lah, bisa juga diajak blak-blakan)

    yang paling penting itu setia kawannya lah. kalo soal setia kawan, paling salut aku sama orang batak, cuma kayak kata lae yang diatas itu, jangan sampe kawan awak yang salah dibenarkan juga, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. he he .. tul tu bang,
      sebenarnya sah2 saja kalo orang batak nggak terlalu "batak" kali, karena asimilasi daerah rantaunya, akibat lingkungan pergaulannya yang memang bukan di kalangan batak.
      Saya pun terlahir bukan di "tanah" batak, saya terlahir di kalimantan, dan saya tumbuh lebih "dayak" daripada "batak", tapi seiring pertumbuhan saya, timbul kerinduan saya dengan tanah asal usul saya dan sebagai orang batak, saya malah rindu bergaul dengan lingkungan batak (atau sama anak medan), walau tidak "fasih" bicara bahasa toba batak, tapi ternyata batak itu "unik" dan "menarik", "cenderung blak-blakan, polos" dan pastinya "setia kawan", saya makin cinta dan bangga jadi orang batak.

      ok bang, trims untuk komen menariknya ya
      salam kompak selalu

      Delete
    2. Sama bg blogger..

      Aku juga lahir besar di ACEH, tamat SMA kuliah ampe kerja di Riau...
      Jadi muncul kerinduan yg dalam thdp adat istiadat sendiri, mencari tarombo, dll..

      - Arif Harahap - saat ini sdh di Medan - pahoppunihajisyukur

      Delete
  10. 1 lagi aku org batak dari medan..
    Orang batak tak takut mati demi k̶̲̥̅AW̶̲̅an̅..
    Ribakkk sudeeee..
    Hahahahahhahahahaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. alamak ! cap mau kali abang ini ah .. hehe
      botul tu bang, setia kawan kali la anak medan tu ya,,.. mantap tu bang

      ribakkon sudee
      horas, mejuahjuah!

      Delete
  11. horas, jadi kek mana ? bangga nya kalian jadi orang batak/orang medan di luar sumatera utara ?? kalo aku sih banggga, tapi jadi beban jugalah jd orang batak/medan di luar sumut, h.purba

    ReplyDelete
    Replies
    1. bangga la bang ..
      orang keturunan (Chinese) yang dikasi marga pun bangga pakek marga batak, apalagi kita kan ? hehe

      kenapa beban pulak bang ? tapi tetap harus pede la ya ..
      ok bang, trims udah berkunjung ke lapak kita ini
      salam kenal

      Delete
  12. lae tuker link gimana caranya..?
    www.rokkaptondi.com
    kirim ke email y lae
    rokkaptondi2013@gmail.com
    mauliate

    ReplyDelete
  13. pasang aja lae alamat url nya,
    punya lae ku link ke blog aku ini ya.
    mauliate juga lae

    ReplyDelete
  14. Suka nongkrong di warung berjam jam sambil cerita2 dan menggunjing
    Suka mabuk sambil bernyanyi
    Kadang makan anjing, kucing dan babi
    Agak rakus, apa-apa dimakan
    Pandai bercerita dengan ekspresif
    Suka iri dengki
    Suka membanggakan diri, keluarga, marga, leluhur
    Suka jor-joran, gengsi-gengsian dan pamer
    Suka kencing sembarangan
    Suka merasa hebat
    Suka menyekolahkan anaknya sampai tinggi
    Loyalitas bagus
    Senang jalan kaki
    Suka bertengkar dengan sesama
    Doyan makan pete kadang sama kulit-kulitnya
    Agak susah diatur
    Pekerja keras gak mudah capek
    Mudah adaptasi lingkungan
    Susah dipimpin dan memimpin
    Agak jorok
    Perasaan gak peka
    Lumayan pintar tapi lebih besar omongannya
    Susah ketemu yang rendah hati
    Suka bikin kuburan bagus2
    Suka naruh kuburan sembarangan
    Suka hidup di negeri orang gak pulang-pulang
    Jarang mau pulang kampung apalagi membangun kampung (bona pasogit)
    Suka ngeklaim Medan kota batak, padahal kota orang deli melayu, orang batak pun minoritas di Medan
    Sedikit rasa malu nya
    Suka tidur mendengkur
    Anti poligami tapi kalau selingkuh mau
    Suka melebih-lebihkan
    Piawai memanipulasi keadaan melalui cerita meyakinkan
    Takut sama hantu
    Hal kecil dibesar-besarkan, diolah, hiperbola
    Setia kawan kecuali kalo ada benturan kepentingan
    Suka ikan asin
    Jarang ketemu yang spiritualnya bagus
    Susah menerima budaya luar
    Kampung batak kurang maju dibanding daerah lain
    Kurang suka sama orang padang tapi suka sama orang jawa


    NB. Tidak semua orang batak seperti itu, tergantung masing2 pribadi. Tapi fakta diatas juga dari pengalaman bukan karangan.







    ReplyDelete
    Replies
    1. komen yang ini nggak bisa aku bantah bang, soalnya banyak pulak betulnya .. he he ...

      tapi kok ada tulisan kurang suka sama orang padang bang ? kayaknya itu tergantung personil masing2 aja bang, nggak semua kok, orbat suka sama orang mana aja, buktinya merantau ke mana-mana saja, termasuk di padang juga banyak orbat.

      tapi ok lah .. tergantung dari kita masing2 melihatnya dari sudut mana yaa ...

      trims bang sudah berkunjung
      salam kenal
      Horas, Mejuahjuah, Njuahjuah, Yaahowu ..

      Delete
    2. o iya satu lagi bang, kok takut sama hantu pulak ?
      nggak laa bang, hantu nya yang takut sama orang batak
      he he ...

      Delete
  15. ciri2 nya keknya bener tuh saya wong jowo dan guru seni musik saya orang batak rambutnya jarang disisir, mukanya cenderung segi empat ,serta kalau ngomong suka keras2 tapi keliatanya gak lagi marah he he he...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, ... hehehee...

      ok salam kenal sob..
      trims udah berkunjung.

      Delete
  16. yang jelas saya suka dari orang Batak adalah karakternya yang "pekerja keras" seperti orang Minangkabau, tapi lbh bnyk yg sukses orang Batak deh kayaknya.
    Orang Batak mana ada yang jadi "babu"...? di teve2 kagak ada.. yg ada orang Batak itu bnyk yg sukses.... orang Batak itu tegas....
    tapi orang Batak itu "peeeeeeeeeeeellllllllliiiiiiiiiiiiitttt" seperti Melanie Richardo... tp gak tau deh yg lain.. smoga saja tdk...
    klo sy lihat dr sgi positif itu scr umum, klo negatifnya scr pribadi

    ReplyDelete
    Replies
    1. alamak ... orang batak pelit bang ? hehehe
      aku tak pelit nya bang, cuma kerna aku tak punya duit .. jadi pelit la awak ... hehe
      ok bang, trims udah bekunjung ke jabu kita ni

      Delete
    2. Sy org Sunda, tapi sy kagum sama org Batak, Minang dan Bugis. Mrk perantau ulung dan pekerja keras. Org Minang banyak sekali yg sukses tapi org gak tau kalo dia org Minang krn namanya gk pake marga/klan/suku. Hanya sebagian kecil saja yg pake nama suku/klan kyk Indra Piliang, Andrinof Chaniago,

      Delete
    3. trims bang anonim, kunjungannya,
      iya .. sebagian orang Minang mungkin merasa kurang perlu pakai marga/suku, karena katanya niru2 orang Batak, tapi sebagian lain justru merasa penting, karena menunjukkan identitas minangnya.

      Delete
  17. sada nai cess
    SAKSANG NAMBORUUUUUUUUUUUU

    ReplyDelete
  18. halak BATAK do au ito,dek,mas,iyuk...

    v.saragih siantar Man

    ReplyDelete
  19. Replies
    1. iya bang, tapi ada juga yang nggak suka

      Delete
  20. Replies
    1. juga gitar dan main kartu joker ya ..

      Delete
  21. Konon Sutan Bathugana yang bermarga Siregar sewaktu kuliah di Yogya menghilangkan marganya supaya tidak disangka orang Batak, kenapa yaa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari crita inanguda awak (dulu kuliah di jogja juga), katanya dulu di jogja kalo orang batak susah diterima di tempat2 kost (entah kenapa?). Jadi tepaksalah marga agak2 disembunyikan (bukan dihilangkan).

      Delete
  22. Yang dimaksud tidak suka dengan orang Padang/Minang barangkali orang Batak agak segan/risi kepada suku itu. Contoh sederhana lihat saja di Indonesia Layer Club yang dinominasi oleh orang Batak yang seram kalau ngomong, tapi mereka semua segan dan patuh pada Karni Ilyas yang orang Padang/Minang. Kita harus akui orang Minang cerdik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kurang tau bang ya, tapi rasanya orang batak nggak anti sama orang Minang kok bang, buktinya banyak kok orang batak suka makan di warung padang, tambo 2 kali pulak tu ... hehee , lagi pula banyak orang batak bergaul sama orang Minang di perantauan (mungkin karena merasa sama2 orang sumatra)
      Mengenai Karni Ilyas, memang semua peserta Lawyer Club menghormatinya...

      Delete
  23. Sebenarnya di ILC itu jg banyak tokoh Minang, cuma tak ketauan kalo dia org Minang karena namanya tak bermarga/suku/klan, beda sma org Batak yg langsung ketauan dari marganya.

    ReplyDelete
  24. Saya bukan orang Batak, tapi banyak bergaul dengan orang Batak. Setelah membaca semua komentar di atas, tidak satupun yang mengatakan orang Batak Penjilat, dan sayapun belum pernah menemukan orang Batak yang punya sifat penjilat. Tapi Batak yang satu ini membuat saya ragu, apakah dia memeng orang Batak atau Batak palsu. He he he saya yakin anda tahu siapa yang saya maksud. Betul, Ruhut Sitompul maksud saya. Minta komentar dari orang Batak asli. Soalnya, saya yang bukan orang Batak heran dan apakah tidak ada senior-senior atau sesepuh Batak yang menasehatinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalok udah menjurus politik, person ke person, baiknya awak minggir la bang ... (tak baek mencakapi orang) .. hehee .. piss

      Delete
  25. Saya cewek sunda asli br 1 thn menikah n ber suami asli batak toba karna saya hanya pacaran 2 bln jd saya gk tau karakter or sifat orng batak...setelah saya baca karakter di atas semua,y betul sm seperti suami saya...saya bangga py suami batak begitu pula suami saya krna dpt cewek sunda yg konon paras,y di atas cwek batak hehe...tp terkadang sifat orng batak yg gak mau ngalah itu terpaksa saya yg mesti mengalah trs suka kumpul2,y itu saya kurang sk krn sk ada acara minum2 n mkn masakan batak duh parah bgt setelah saya tau bumbu,y hehe,tp rasa perhatian n tanggung jawab orng batak terhadap istri apa lg sy yg sedang hamil benar2 saya acungi jempol deh...beda dengan cowok sunda yg kebanyakan pemalas..trs yg bilang cowok batak pelit itu menurut saya salah besar bukan pelit tp mengkordinir keuangan,y teliti n gk semena2 mengeluarkan yg gk penting beda dengan saya sunda yg boros jd cocok lah n krna sifat orng batak pekerja keras alhamdulillah kehidupan saya tercukupi...bangga,y punya suami batak hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh si Neng, bangga dong dapat Marga Hasibuan ?

      Delete
    2. Untuk mendapat kan marga itu susah butuh perjuangan terutama dr segi keyakinan saya wlau pun hanya sebuah marga..tp tetap darah sunda takan hilang dr jati diri saya....

      Delete
    3. wah ito Sara Hasibuan, selamat bergabung dalam komunitas Batak ya ... semoga tetap rukun ... antara Batak dan Sundanya ya...

      Delete
  26. Seharusnya orang Batak bangga dengan ke Batak kannya (apakah betul istilah ini ? he he he). Saya pernah baca buku (judul dan penulis tidak ingat, tampaknya hasil penelitian) bahwa diantara suku yang sekian banyak urutan IQ tertinggi suku Batak nomor dua suku Minang dan suku Jawa di nomor tiga. Mungkin diantara rekan juga ada yang pernah baca dan tolong disebutkan judul dan penulis buku itu, biar bisa sharing dengan rekan-rekan lain. Kalau ini hasil penelitian, bukan Sara lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya nya bang ?
      nantiklah kita cari2 dulu bukunya itu ...

      Delete
  27. He he seneng nya nemu tulisan ni ..
    Salam kenal yaa mba Sara Hasibuan :)
    Saya juga sunda asli dan sebentar lagi dipinang pacar saya yang batak .. Amin
    Memang lah ya kita yg harus menjadi yg mengalah tapi tak apa kan sudah sayang .. He he
    Oiaa saya pun rasa bangga sekali dan berutung punya calon suami batak karena bertanggung jawab, tegas, dan jujur *macam kampanye ya haha*
    Tp memang iya yg aku rasakan pun calon suami ku ini walau keras tapi memang tgas dan hatinya sangat sangat lembuuuut :)
    Salam sejahtera semoga bahagia selaluuuu :) hi hi hi

    ReplyDelete
  28. kalau bikin hajatan perkawinan, pasti seharian penuh,

    di nyanyiin dari lahir sampai almarhum

    kalau sesama batak ketamu pasti nanya marga, bukan nama

    paling banyak arisannya

    dan yang paling khas: pintar ngomong!!!!!

    ReplyDelete
  29. saya anak manja (medan - jawa) ..
    Cuma mau nambahin 1 nilai plus ajja biasanya klo orang batak bicara mereka pasti menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar..

    ReplyDelete
  30. Saya orang karo....professional at everything...Add my fb : Ryan Bangun...I'll see you there

    ReplyDelete
  31. Judi dan rentenir...mayoritas ya bkn seluruh org batak

    ReplyDelete
  32. Molo batak hi halak na karas do ale karas tong do ligat karejo
    http://hutagalunharean16.blogspot.com/

    ReplyDelete
  33. bunga surya hayatiApril 22, 2014 at 6:49 PM

    horass

    ReplyDelete
  34. ahhhhh seneng nemu ini artikel, sebagai orang batak jadi bangga deh hehehehhe.
    tapi kalo ada yang bilang orang batak sama jawa cocok bener tuh, papa saya batak mama saya jawa hahahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak (my name is ?), orbat cocok kali tu sama orjaw, biar bisa saling menyerap karakter dan budaya, cantik2 nanti keturunannya, hehee

      Delete
  35. batak sama dayak byk juga lae, aku salah satuya,..

    ReplyDelete