Marga Gayo

Suku Gayo, salah satu etnis yang hidup di provinsi Aceh, yang terkonsentrasi di kota Takengon juga memiliki marga. Walaupun sebagian besar masyarakat suku Gayo tidak mencantumkan nama marganya, tetapi sebagian kecil masih ada yang menabalkan atau mencantumkan nama marga-marganya, terutama yang bermukim di wilayah Bebesen.

Read More...

Marga Singkil

Suku Batak Singkil, merupakan suatu masyarakat adat yang hidup terkonsentrasi di kota Subulussalam dan tersebar di kabupaten Singkil provinsi Aceh.

Secara psikologis masyarakat etnis dari rumpun Batak biasanya memakai marga di akhir namanya. Karena marga itu menjadi bagian dari sebuah nama yang dapat membedakan pemanggilan antara seseorang dengan lainnya. Saat ini sebagian masyarakat suku Singkil ini sudah tidak memakai marga, tetapi tetap menjadi pegangan dalam silsilah keturunan dan pergaulan sesama marganya.

Read More...

Marga Alas

Suku Alas, atau suku Batak Alas, merupakan kelompok masyarakat adat salah satu dari rumpun Batak yang bermukim di dataran tinggi Bukit Barisan, tepatnya di kabupaten Aceh Tenggara (yang lebih dikenal dengan Tanah Alas).

Sejak abad ke-18 dan 20, wilayah Tanah Alas banyak dimasuki para pendatang dari luar daerah, seperti dari Gayo, Aceh, Singkil, Pak-Pak, Karo, Toba, Minang, Mandailing dan China. Karena banyaknya para pendatang tersebut, maka masyarakat suku Alas kembali menampakkan identitas nya untuk membedakan diri mereka dengan para pendatang, dengan mencantumkan nama marga (merge) di belakang nama depan mereka.

Read More...

Marga Simalungun

Suku Batak Simalungun, salah satu dari rumpun Batak yang mendiami wilayah kabupaten Simalungun dan juga terdapat di wilayah kabupaten Asahan.

Marga Simalungun adalah merupakan nama keluarga yang dipakai di belakang nama depan orang Simalungun. Terdapat 4 marga asli dari Simalungun, yaitu Damanik, Purba, Saragih dan Sinaga. Keempat marga tersebut berasal dari marga para raja di Simalungun. Selain itu terdapat juga marga-marga yang berasal dari luar Simalungun yang turut menetap di wilayah adat Simalungun, kemudian menjadi bagian dari 4 marga tersebut. Suku Simalungun menganut Paterilinear, yaitu marga diturunkan melalui garis bapak, dan orang yang memiliki marga yang sama akan saling menganggap diri mereka sebagai saudara seketurunan sehingga dipantangkan (tidak diperbolehkan) untuk saling menikah.

Read More...

Marga Angkola

Suku Batak Angkola, adalah salah satu dari rumpun Batak yang mendiami daerah sekitar Padang Sidimpuan, Sipirok dan lain-lain, terutama hampir di seluruh wilayah kabupaten Tapanuli Selatan.

Marga pada suku Batak Angkola, menurut cerita-cerita lama orang Batak, masih memiliki hubungan kerabat dengan marga-marga dari daerah Batak Toba dan juga dengan Batak Mandailing.

Read More...