Nowela Auparay Sinaga, blasteran Papua Batak di Idol 2014

Nowela Elizabeth Auparay Sinaga
: Indonesian Idol 2014

Bagi kita yang memang senang memandangi siaran televisi, pasti mengenal sosok gadis asal Papua yang masih memiliki darah Batak, papa asli Papua fam Auparay dan mama boru Sinaga, yaitu Nowela.

Nowela lolos lewat Bus Audition Purwokerto dan kini berjuang dengan para finalis lainnya.
Salah satu komentar Ahmad Dhani di acara Indonesian Idol 2014, "saya ingin memproduce kamu". Selain Ahmad Dhani, ketiga juri lainnya, Tantri, Titi DJ dan Anang, juga menyukai penampilan Nowela, terutama dari keunikan dan kemampuan bernyanyinya, yang sekelas "Internasional".

Hingga saat tulisan ini dibuat Nowela tengah berada di 13 besar Indonesian Idol. Berbekal pengalamannya pernah menjadi penyanyi cafe, Nowela mampu bernyanyi menggapai nada yang tinggi dan juga terdengar sempurna pada nada sangat rendah.

Biodata Nowela:
  • Nama: Nowela Elizabeth Auparay Sinaga
  • Panggilan: Nowela
  • Umur: 26 Tahun 
  • Tempat, tanggal lahir: Wamena, 19 Desember 1987 
  • Profesi: Penyanyi Kafe
  • Asal: Papua
  • Tempat tinggal: Purwokerto
  • Twitter: @NowelaIDOL8
  • Facebook: https://www.facebook.com/OfficialNowelaIdol

Ayo kita dukung lah - vote ► Nowela:

SMS Nowela ke 9288


jangan pandang lama2 ya kedan...
nanti malu dia.

Read More...

Rumah Tradisional Simalungun


Rumah Bolon
: Batak Simalungun
: Kabupaten Simalungun
: Sumatra Utara

Suku Simalungun merupakan salah satu etnis dari Rumpun Batak, yang terkonsentrasi di kabupaten Simalungun, dan tersebar juga di kabupaten Deli Serdang dan Asahan.

Seperti halnya masyarakat Batak di Sumatra Utara, pada umumnya memiliki peninggalan bersejarah yang sangat berharga, yaitu rumah tradisional adat, yang lebih dikenal dengan sebutan "Rumah Bolon".

Istilah "bolon", sendiri berarti "besar", jadi "Rumah Bolon" diartikan sebagai "Rumah Besar". Bentuk dan tradisi Rumah Besar, umum menjadi ciri khas ras bangsa Proto Malayan, seperti "Rumah Panjang" di Kalimantan, dan "Tongkonan" di Toraja, dan masyarakat etnis Batak pada umumnya.

Rumah Bolon, seperti artinya Rumah Besar, memang berukuran sangat besar apabila dibandingkan dengan rumah-rumah modern masa sekarang. Bentuk yang besar, merupakan sebuah Istana bagi sang pemimpin masyarakat Simalungun di masa lalu, sekaligus menjadi simbol status sosial masyarakat Simalungun.
Saat ini keberadaan Rumah Bolon tidak banyak yang bisa ditemui, yang tersisa saat ini kebanyakan menjadi objek wisata di Sumatra Utara.

Pada masa lalu, Rumah Bolon ditempati oleh para Raja-Raja Simalungun. Menurut sejarahnya, ada 13 Raja yang pernah menempati Rumah Bolon, yaitu:
  1. Tuan Ranjinman
  2. Tuan Nagaraja
  3. Tuan Batiran
  4. Tuan Bakkaraja
  5. Tuan Baringin
  6. Tuan Bonabatu
  7. Tuan Rajaulan
  8. Tuan Atian
  9. Tuan Hormabulan
  10. Tuan Raondop
  11. Tuan Rahalim
  12. Tuan Karel Tanjung, dan
  13. Tuan Mogang

Rumah Bolon oleh para Arsitektur Simalungun masa lalu dibangun, dengan bentuk panggung memanjang, dan tidak menggunakan paku, tapi menggunakan pasak dan tali pilihan yang sangat kuat.

Rumah Bolon sebagai rumah yang berbentuk panggung, memiliki kolong (bagian bawah rumah) dengan tinggi dua meter. Kolong tersebut biasanya dimanfaatkan sebagai menyimpan hewan ternak, seperti babi, ayam, dan kerbau. Pada masa lalu, hewan yang utama dipelihara adalah kerbau. Karena cukup tinggi, maka dibantu dengan tangga dengan jumlah anak tangganya selalu ganjil. Untuk memasuki rumah tersebut harus menunduk karena pintunya agak pendek dan berukuran kecil, kurang dari satu meter. Ini menandakan bahwa seseorang harus menghormati tuan rumah dengan cara menunduk saat memasukinya, sibaba ni aporit, yang artinya menghormati pemilik rumah.

Pintu masuk rumah adat ini, memiliki dua macam daun pintu, yaitu daun pintu yang horizontal dan vertikal. Tapi saat ini telah banyak mengalami perubahan, sehingga daun pintu yang horizontal tidak digunakan lagi. Ruangan dalam rumah adat merupakan ruangan terbuka tanpa sekat kamar. Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada pembagian ruangan. Dalam rumah adat ini pembagian ruangan dibatasi oleh adat mereka yang kuat
Pada bagian depan Rumah Bolon, tepatnya di atas pintu terdapat gorga, sebuah lukisan berwarna merah, hitam, dan putih. Biasanya terdapat lukisan hewan seperti cecak, ular, kambing ataupun kerbau.

Arsitektur Simalungun memiliki ciri khas khusus pada bangunan, yaitu konstruksi bagian bawah atau kaki bangunan berupa susunan kayu glondongan yang masih bulat-bulat, dengan cara silang menyilang dari sudut ke sudut. Ciri khas lainnya adalah bentuk atap di mana pada anjungan diberi limasan berbentuk kepala kerbau lengkap dengan tanduknya.
Di samping itu pada bagian-bagian rumah lainnya diberi hiasan berupa lukisan-lukisan yang berwarna-warni yaitu merah, putih dan hitam. Ragam hias Rumah Bolon antara lain hiasan Sulempat pada tepian dinding bagian bawah, hiasan saling berkaitan. Kemudian hiasan hambing marsibak yaitu kambing berkelahi. Hiasan Sulempat dan Hambing Marsibak menggambarkan kehidupan yang saling terkait sehingga melahirkan kekuatan dan kesatuan yang tidak tergoyahkan. Hiasan pada bagian tutup keyong dengan motif segitiga, motif cecak, ipan-ipan serta motif ikal yang menyerupai tumbuhan menjalar. Biasanya pada bagian ini diberi hiasan kepala manusia yang disebut bohi-bohi, sebagai pengusir hantu. Seperti halnya hiasan ipan-ipan yang menggambarkan segi-segi runcing mempunyai maksud untuk menghambat hantu-hantu yang akan masuk rumah.

Gambar lambang hewan pada dekorasi Rumah Bolon memiliki makna yang dalam. Pada gorga yang dilukis gambar hewan cicak bermakna, orang batak Simalungun mampu bertahan hidup di manapun meski dia merantau ke tempat yang jauh sekalipun. Hal ini adalah ciri khas masyarakat batak pada umumnya yang memiliki rasa persaudaraan yang sangat kuat dan tidak terputus antar sesama sukunya. Sedangkan gambar kerbau bermakna sebagai ucapan terima kasih atas bantuan kerbau telah membantu manusia dalam pekerjaan ladang masyarakat.
Atap yang menjadi pelindung rumah memiliki ciri khas yang unik. Dua ujung lancip di depan dan di belakang. Namun ujung pada bagian belakang lebih panjang agar keturunan dari yang memiliki rumah lebih sukses nantinya.


Related
- http://kebudayaanindonesia.net/id/culture/867/rumah-bolon
- http://duanpurba-northsumatera.blogspot.com/2007/05/rumah-adat-simalungun.html
- http://wwwpurbajoin.blogspot.com/2009/02/rumah-adat-simalungun.html
Read More...

Mirip Pakaian Adat Batak di India


Lae, ito, appara, amangboru, namboru, tulang dan nantulang dan lain-lain, bukannya awak kurang kerjaan, tapi mari lah kita tengok gambar di bawah ini. Rupanya selain orang Batak, ternyata ada juga di belahan bumi lain, etnis yang pakai baju tradisional mirip dengan baju nya orang Batak, terutama dengan kain ulosnya yang hampir 90% mirip.

Kalau sekilas silap mata mungkin kita menyangka yang di bawah ini adalah, dari grup ina-ina dan ama-ama gereja yang lagi koor paduan suara ya ? hehee
Tapi ternyata memang silap mata, rupanya yang di bawah ini adalah grup paduan suara dari suku Mara Hla, yang bermukim di wilayah Mizoram. Mereka memang punya kebiasaan sama dengan orang Batak, suka menyanyi dan paduan suara. Suara mereka juga sangat khas dan merdu. Cara dan gaya hidup mereka juga mirip sama orang Batak, hanya saja bahasa mereka yang termasuk dalam grup keluarga bahasa Sino-Tibetan berbeda dengan bahasa orang Batak yang berada dalam grup keluarga bahasa Austronesia. Satu hal lain orang Mara Hla yang tergabung dalam beberapa etnis berkerabat di Mizoram ini ternyata oleh pemerintah Israel diakui sebagai salah satu suku Israel yang hilang.

Aneh juga, mengapa baju adatnya bisa mirip ? mungkin ada hubungan, tapi pastinya rumit sekali, yang tentunya cuma para pakar sejarah dan anthropolog yang bisa menelusurinya.

gambar 1

gambar 2
(tonton video nya untuk gambar 1 dan 2 di: https://www.youtube.com/watch?v=W64--b7Kn7E)

gambar 3

gambar 4
(tonton video nya untuk gambar 3 dan 4 di : https://www.youtube.com/watch?v=RIot__aq9TM)

Suku Mara Hla, hidup di Siaha, Mizoram, India, bersama saudara-saudara kerabatnya seperti suku Mara Hmar, Chin Mara, Mizo, Zomi dan lain-lain yang semuanya memiliki budaya dan tradisi yang saling mirip, terutama dengan kain mirip "ulos" nya, kadang mereka dikelompokkan ke dalam kelompok etnis Naga. Jadi apa orang Batak termasuk suku Naga ? hehee ... entahlah!

Demikian informasi sederhana dari lapo kecik kita, sekedar memperlihatkan budaya di daerah lain, yang mungkin saja memiliki sedikit hubungan dengan orang-orang Batak.

Jadi orang Batak sebenarnya banyak memiliki saudara yang tersebar di belahan dunia lain, yang diantara kita dan mereka sudah tidak saling mengenal lagi siapa opung moyang aslinya.

Ribakkon.



Read More...

Mirip Rumah Batak di Samudra Pasifik

Di belahan lain, jauh dari pusat kehidupan orang-orang Batak di Sumatra Utara, di tengah lautan luas di tengah Samudra Pasifik, ada suatu fenomena yang sangat menarik, yaitu ada beberapa Rumah Tradisional milik orang Palau yang sangat mirip dengan rumah adat orang Batak Toba.

Hal ini mungkin tidak ada kaitannnya, atau bisa saja mungkin ada kaitannya, tapi pastinya terlalu rumit untuk ditelusuri, lagipula awak ni bukan lah seorang pakar, jadi 'tuk sementara kita tengok-tengok aja la dulu yaa...

Beberapa Rumah Tradisional di Palau, yang bernama "Bai"

(source: http://wherearerickandlea.blogspot.com)
(source: http://www.nationsonline.org)
(source: http://www.everyculture.com)
(source: http://indigenousjesus.blogspot.com)

(source: http://www.sailblogs.com)

(source: http://lovelymaryam.wordpress.com)
Sebenarnya banyak foto lainnya, kalau masih penasaran cari di Opung Google aja ya ...

Sedikit info tentang Palau:
Rumah tradisional orang Palau yang termasuk ras Austronesia-Malayo-Polynesia, sama dengan ras orang-orang di Asia Tenggara, yang bernama rumah "Bai" ini, dahulunya digunakan sebagai tempat tinggal mereka, yang terakhir digunakan untuk tempat pertemuan dan pusat komunitas orang Palau.
Rumah "Bai", beberapa rumah disediakan untuk para kepala suku atau tetua, sedangkan rumah Bai yang lain digunakan untuk kegiatan lain seperti pendidikan dan pelatihan. Rumah tradisional Bai dibangun dari balok kayu yang didukung oleh batu, dengan atap jerami, dan tanpa menggunakan paku. Rumah Bai dihiasi dengan gambar yang menceritakan kisah-kisah legenda Palau. Rata-rata bangunan rumah Bai telah berumur lebih dari 200 tahun.

Palau (Belauan), Pelew (Inggris), Los Palaos (Spanyol)
Nama Palau mungkin berasal dari nama sebuah desa Beluu. Palau terdiri dari beberapa budaya dan bahasa. Sedangkan etnis di Palau mendominasi, menghuni pulau-pulau utama di kepulauan ini, yaitu etnis Ulithi menetap di Atol Selatan Palau dari Hatohobei, Sonsorol, Fannah, Pulo Anna, dan Merir. Mereka berbicara bahasa Mikronesia. Saat ini kebanyakan tinggal di Koror (ibukota) dan juga berbicara bahasa Palauan dan Inggris.Kepulauan Palau terletak di Pasifik Barat, adalah bagian paling barat dari Kepulauan Caroline, bagian dari subdivisi geografis Mikronesia Oceania. Sebelah timur Mindanao Filipina dan sebelah barat daya Guam.





Sekarang kita tengok rumah orang Batak Toba. Coba bandingkan, sama ato nggak ?
Mirip tapi tak sama.

(source: http://batak-people.blogspot.com)
(source: http://en.wikipedia.org)
(source: http://www.thejakartapost.com)
(source: http://indonesia-traveler.com)
Read More...

Tarombo Silahisabungan versi Silahi Raja


Versi Tarombo Silahisabungan yang ini, biasa disebut sebagai versi Silahi Raja. Versi ini kadang disebut juga sebagai Tarombo Silalahi Pangururan.

Raja Silahisabungan mempunyai 3 orang isteri.
  • istri pertama, adalah Pinta Haomasa boru Basonabolon,
    memiliki 1 putra, yaitu:
    • Silahi Raja (Silalahi)
      • Silalahi Raja Tolping
      • Silalahi Raja Bursok
      • Silalahi Raja Bungabunga (Silalahi Raja Parmahan)
  • istri kedua, adalah Pinggan Matio boru Padangbatanghari, bermukim di Silalahi Nabolak,
    memiliki 7 putra dan 1 putri, yaitu:
    • Loho Raja (Sihaloho)
    • Tukkir Raja (Situkkir, Situngkir)
    • Sondi Raja (Rumasondi)
    • Butar Raja (Sinabutar, Sidabutar)
    • Bariba Raja (Sinabariba, Sidabariba)
    • Debang Raja (Sidebang)
    • Batu Raja (Pintubatu)
  • istri ketiga, adalah Milinggiling boru Mangarerak,
    memiliki 1 putra, yaitu:
    • Raja Tambun (Tambun, Tambunan)


sumber:
silalahi.orgfree.com: terjadinya padan silalahi dengan tampubolon

terkait:
Silahisabungan Sitolu Ina: kronologis makam op rajasilahisabungan

Read More...